ULURU, dikenal juga sebagai Ayers Rock, adalah sebuah
formasi batu berukuran besar di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, sekitar
350 km di barat daya Kota Alice Springs, Northern Territory, Australia,
juga merupakan salah satu tempat wisata terpopuler di negara tersebut.
Nantinya segera ada balon udara bagi turis yang ingin melihat Uluru dari
sudut pandang berbeda.
Permintaan balon udara mengelilingi Uluru diajukan oleh Ayers Rock Resort dengan balon bernama Skyflyer. Skyflyer akan membawa wisatawan melihat Uluru dari sudut pandang berbeda yang tentunya akan lebih indah.
Bila jadi diresmikan, balon ini akan terbang delapan kali sehari selama 30 menit sekali terbang. "Wisatawan dapat melayang hingga 150 meter dari permukaan tanah dan menikmati pemandangan panorama 360 derajat," demikian ulas proposal tersebut, seperti dikutip dari News, Sabtu (11/1/2014).
Selain memberikan pengalaman unik pada turis, balon udara ini juga mengingatkan wisatawan untuk tidak memanjat batu yang keramat bagi suku aborigin tersebut. Uluru adalah situs keramat bagi masyarakat Aborigin dengan banyak mata air, gua, dan lukisan primitif di sekitarnya.
Uluru merupakan salah satu dari ikon alam Australia yang paling terkenal. Formasi pasir yang terkenal sedunia berdiri 348 meter dengan ukuran lingkar 9,4 kilometer. Uluru merupakan salah satu Warisan Dunia UNESCO di Australia.
Uluru menarik banyak wisatawan karena keunikannya yang dapat berganti nama di waktu yang berbeda. Warna Uluru yang paling terkenal adalah ketika ia berubah menjadi merah saat menjelang matahari terbenam dan subuh.
Meski banyak dikunjungi wisatawan, suku Aborigin yang masih mendiami wilayah ini meminta turis untuk tidak mengganggu area-area keramat mereka. Jadi, selain bisa menikmati pemandangan Uluru yang indah, Anda juga dapat melihat kehidupan asli Suku Aborigin.
Permintaan balon udara mengelilingi Uluru diajukan oleh Ayers Rock Resort dengan balon bernama Skyflyer. Skyflyer akan membawa wisatawan melihat Uluru dari sudut pandang berbeda yang tentunya akan lebih indah.
Bila jadi diresmikan, balon ini akan terbang delapan kali sehari selama 30 menit sekali terbang. "Wisatawan dapat melayang hingga 150 meter dari permukaan tanah dan menikmati pemandangan panorama 360 derajat," demikian ulas proposal tersebut, seperti dikutip dari News, Sabtu (11/1/2014).
Selain memberikan pengalaman unik pada turis, balon udara ini juga mengingatkan wisatawan untuk tidak memanjat batu yang keramat bagi suku aborigin tersebut. Uluru adalah situs keramat bagi masyarakat Aborigin dengan banyak mata air, gua, dan lukisan primitif di sekitarnya.
Uluru merupakan salah satu dari ikon alam Australia yang paling terkenal. Formasi pasir yang terkenal sedunia berdiri 348 meter dengan ukuran lingkar 9,4 kilometer. Uluru merupakan salah satu Warisan Dunia UNESCO di Australia.
Uluru menarik banyak wisatawan karena keunikannya yang dapat berganti nama di waktu yang berbeda. Warna Uluru yang paling terkenal adalah ketika ia berubah menjadi merah saat menjelang matahari terbenam dan subuh.
Meski banyak dikunjungi wisatawan, suku Aborigin yang masih mendiami wilayah ini meminta turis untuk tidak mengganggu area-area keramat mereka. Jadi, selain bisa menikmati pemandangan Uluru yang indah, Anda juga dapat melihat kehidupan asli Suku Aborigin.
